Pendidikan Akhlak sebagai Basis Pendidikan Siswa

Tuesday, 02 August 2011 12:20 Administrator Yasmin
Print PDF

 

 

Dalam rangka meningkatkan kreatifitas mengajar para pendidik, Sanggar Belajar Yasmin di Ciawi mengadakan training gratis untuk guru-guru di wilayah Kampung Legok Banjar Waru Ciawi, Bogor. Training ini berlangsung selama dua hari dan peserta yang ikut bervariasi, mulai dari guruTK/PAUD, diniyah, madrasah/sekolah dasar, TPA, bahkan mahasiswa. Para peserta sangat antusias mengikuti training dan bagi mereka training seperti ini merupakan pengalaman baru. Pengisi materi adalah trainer dari Yasmin Learning Center (YLC).

Adapun materi yang diperoleh guru dalam tahapan training antara lain: Becoming an inspiring Teacher, Pembelajaran Aktif, Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM), Manajemen Kelas yang Dinamis, Display Kelas yang Kreatif, Ide-ide kreatif mengajar dalam berbagai mata pelajaran, Teori  pembelajaran yang mendukung penerapan PAKEM, Multiple Intellegences dan sebagainya. Pada hari ke-2 peserta training mendapat materi dari Bapak Haidar Bagir, Ketua Badan Pembina Yasmin, dan Syed Hyder, Konsultan Pendidikan dari Lazuardi Global Islamic School (GIS).

Dalam kesempatan itu, Bapak Haidar Bagir menegaskan tentang pentingnya pendidikan akhlak sebagai landasan dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Menurut beliau, berbagai masalah yang sedang membelit bangsa ini disebabkan tergerusnya karakter para pemimpin negeri ini. Hampir setiap saat kita saksikan satu per satu para pejabat masuk penjara karena tersangkut korupsi. Rasa malu karena mengambil hak orang lain seakan sirna, akibatnya tidak perlu merasa malu jika ditangkap karena berbuat korupsi. Bisa dipastikan hilangnya akhlak atau moral menjadi penyebab orang dengan mudah melakukan apa saja demi mengail untung untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, pendidikan berbasis akhlak mutlak diperlukan untuk meredam berlanjutnya krisis moral bangsa ini. Hal ini bisa diawali dengan pendidikan akhlak mulai dari usia dini hingga tahap selanjutnya.

Dalam tataran praktis belajar mengajar, Syed Hyder menyampaikan bahwa guru harus mengapresiasi segala kelebihan murid. Masing-masing murid mempunyai kelebihan tersendiri sehingga seorang guru harus memiliki cara pendekatan berbeda pula pada setiap anak. Demikian halnya dalam belajar, setiap anak memiliki cara yang berbeda. Oleh karena itu pendidik sebisa mungkin mengerti kebiasaan anak dalam belajar sehingga setiap siswa dapat terfasilitasi. Selain itu, lanjutnya, kelebihan masing-masing siswa berbeda-beda sehingga sistem ranking tidak tepat diterapkan dalam sekolah. Karena sistem ranking hanya memfasilitasi satu kecerdasan saja, kecerdasan akademik, padahal kecerdasan akademik hanya salah satu dari sekian banyak kecerdasan yang dimiliki masing-masing anak.

Last Updated on Tuesday, 02 August 2011 12:23
| + - | RTL - LTR